Langsung ke konten utama

Unggulan

Lukisan yang Bicara

  Lukisan yang Bicara @alimmhmmdd *** di kanvas sunyi kuhamparkan aksa, jejak langkah dari luka yang tak bersuara, warna-warna bukan sekadar rupa, tapi gema dari jiwa yang belajar percaya. kehidupan kini tak lagi serupa kabut, meski badai masih mengetuk palung kalbu, aku temukan lentera di balik ribut, pada diam yang kini tak lagi semu. kutanggalkan rencana yang mengurung dada, tak lagi kubiarkan omongan jadi nadi, aku, sebuah puisi yang sedang mengeja makna, berlari pelan menuju versi diri yang hakiki. bila masalah datang mengetuk lara, aku tak lagi mencari pintu besar nan megah, tapi celah sempit yang dipahat oleh asa, jalan keluar yang kulukis dari resah jadi megah. ***

DEKAT NAMUN TAK SAMPAI

DEKAT NAMUN TAK SAMPAI

Surabaya 27/01/23 13:51 WIB

***

Hidup adalah masalah

Mengharuskan seseorang tuk mengenal apa itu nasib dan takdir

Mengukir nasib serta kisahnya sendiri

Namun tidak dengan takdir

Sang penciptalah, sang penulis skenario terbaik

Begitupun dengan jalan keluar

Ikhtiar dan doalah yang mampu membebaskan

 

Dekat, tapi mustahil bersatu

Ada tembok pembatas yang menjulang ke angkasa

Semestapun menolak

Akan hadirnya rasa ini padamu

 

Gapapa kalau kita gak bisa bersatu

Toh, kita udah pernah bersama kan?

Ya, meskipun gak bisa selamanya


baca juga : Cerpen | Aku harus bisa dan Aku Pasti Bisa


Terima kasih orang baik

Kebaikan yang dulu kamu berikan padaku

Akan menjadi akhir dari kisahmu

Dan akan menjadi awal dari kisahku

 

Bersama dia yang sudah ditakdirkan bersamaku

Berjuang melawan semua rasa egois

Sabar dalam menghadapi nasib yang terukir untuk aku dan dia

Berjuang bersama menggapai hidup bersama alur Tuhan

 

Tapi mengapa sangat sulit oh Tuhan?

Berat sekali untuk melepasmu bersama raga lain

Padahal kamu sudah benar-benar mengikhlaskan diri ini

Seakan tersayat pilu kala kau direngkuh oleh raga lain

 

Kita hanyalah seutas tali yang saling mengeratkan

Tapi kita bisa apa, jikalau Tuhan sudah mengatakan putus?

Gak mungkin bisa kita menentang kehendak Tuhan

Ya, alur hidup kita berbeda

Kamu dengannya dan aku dengan dia

Meskipun kita sudah merencanakan, namun takdir menolak

Lalu, kita bisa apa?

 

Mengemis pada semesta

Memintanya agar mempersatukan kita?

Bodoh.

Jelas-jelas kita sudah lepas jiwa

Bahkan perasaanmu yang dulunya sangat kuharapkan bersama

Kini berganti, berharap bisa lepas darimu


Sakit? Iya

Senang? Iya

Sakit sekaligus senang.

Sakit karena kita tak bisa bersama selamanya

Senang kerna Tuhan sudah mempertemukan aku dengan orang baik sepertimu

Mungkin kamu akan menjadi sesosok makhluk yang terindah

Dalam kisah hidup ini

 

Terima kasih

Engkau telah mengajariku apa arti kehilangan sebelum benar-benar memiliki

Arti dari suatu hubungan yang tak pasti

Arti mengikhlaskan segalanya demi kebahagiaan bersama

Kita memang dekat

Bahkan sangat dekat

Tapi itu dulu. Ya, dulu

Dulu saat kamu selalu berusaha ada untukku

Dulu saat kamu selalu merengkuhku saat jiwa ini butuh pangkuan

Dulu saat kamu selalu menanyakan kabar tentang hariku

 

Ya, jujur aku rindu semua itu

Semua yang melibatkan aku di hidupmu

Tentang semua yang menjadi mimpi kita untuk bersama kelak

Semua janji yang pernah kita utarakan pada semesta

Tentang kamu yang selalu menampung air mataku yang jatuh

 

Sekarang, semua itu hanyalah sebuah kisah

Kisah lalu yang terukir jelas dalam benakku

Bagai dongeng di dunia modern

Ada tapi tak nampak

Sudah hilang ditelan sang waktu

 

Bagai bayang dalam kegelapan

Hidup tapi tak dianggap

Sepertinya semesta sudah melupakan

Akan manisnya kisah aku dan dia ‘yang dulu pernah terajut

 

Kini tinggallah sunyi menyentak hening

Hampa kurasa kala tau bahwa kau hanya sebagai pelajaran untukku

Bukan untuk menetap dan singgah

Sebagai pelabuhan terakhir yang ku tepikan

Bukan sebagai dermaga dalam penantian kisah ini

Bukan menjadi pulang tapi menjadi pergi


end-

***


 

Komentar

Postingan Populer