Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DEKAT NAMUN TAK SAMPAI
DEKAT NAMUN TAK SAMPAI
Surabaya 27/01/23 13:51 WIB
***
Hidup adalah masalah
Mengharuskan
seseorang tuk mengenal apa itu nasib dan takdir
Mengukir nasib
serta kisahnya sendiri
Namun tidak
dengan takdir
Sang penciptalah,
sang penulis skenario terbaik
Begitupun dengan
jalan keluar
Ikhtiar dan
doalah yang mampu membebaskan
Dekat, tapi mustahil
bersatu
Ada tembok
pembatas yang menjulang ke angkasa
Semestapun
menolak
Akan hadirnya
rasa ini padamu
Gapapa kalau kita
gak bisa bersatu
Toh, kita udah
pernah bersama kan?
Ya, meskipun gak
bisa selamanya
baca juga : Cerpen | Aku harus bisa dan Aku Pasti Bisa
Terima kasih orang
baik
Kebaikan yang dulu
kamu berikan padaku
Akan menjadi
akhir dari kisahmu
Dan akan menjadi
awal dari kisahku
Bersama dia yang
sudah ditakdirkan bersamaku
Berjuang melawan
semua rasa egois
Sabar dalam
menghadapi nasib yang terukir untuk aku dan dia
Berjuang bersama
menggapai hidup bersama alur Tuhan
Tapi mengapa
sangat sulit oh Tuhan?
Berat sekali
untuk melepasmu bersama raga lain
Padahal kamu
sudah benar-benar mengikhlaskan diri ini
Seakan tersayat
pilu kala kau direngkuh oleh raga lain
Kita hanyalah
seutas tali yang saling mengeratkan
Tapi kita bisa
apa, jikalau Tuhan sudah mengatakan putus?
Gak mungkin bisa
kita menentang kehendak Tuhan
Ya, alur hidup
kita berbeda
Kamu dengannya
dan aku dengan dia
Meskipun kita
sudah merencanakan, namun takdir menolak
Lalu, kita bisa
apa?
Mengemis pada
semesta
Memintanya agar
mempersatukan kita?
Bodoh.
Jelas-jelas kita
sudah lepas jiwa
Bahkan perasaanmu
yang dulunya sangat kuharapkan bersama
Kini berganti,
berharap bisa lepas darimu
Sakit? Iya
Senang? Iya
Sakit sekaligus
senang.
Sakit karena kita
tak bisa bersama selamanya
Senang kerna
Tuhan sudah mempertemukan aku dengan orang baik sepertimu
Mungkin kamu akan
menjadi sesosok makhluk yang terindah
Dalam kisah hidup
ini
Terima kasih
Engkau telah mengajariku
apa arti kehilangan sebelum benar-benar memiliki
Arti dari suatu
hubungan yang tak pasti
Arti
mengikhlaskan segalanya demi kebahagiaan bersama
Kita memang dekat
Bahkan sangat
dekat
Tapi itu dulu.
Ya, dulu
Dulu saat kamu
selalu berusaha ada untukku
Dulu saat kamu
selalu merengkuhku saat jiwa ini butuh pangkuan
Dulu saat kamu
selalu menanyakan kabar tentang hariku
Ya, jujur aku
rindu semua itu
Semua yang
melibatkan aku di hidupmu
Tentang semua
yang menjadi mimpi kita untuk bersama kelak
Semua janji yang
pernah kita utarakan pada semesta
Tentang kamu yang
selalu menampung air mataku yang jatuh
Sekarang, semua
itu hanyalah sebuah kisah
Kisah lalu yang
terukir jelas dalam benakku
Bagai dongeng di
dunia modern
Ada tapi tak
nampak
Sudah hilang
ditelan sang waktu
Bagai bayang
dalam kegelapan
Hidup tapi tak
dianggap
Sepertinya
semesta sudah melupakan
Akan manisnya
kisah aku dan dia ‘yang dulu pernah terajut
Kini tinggallah
sunyi menyentak hening
Hampa kurasa kala
tau bahwa kau hanya sebagai pelajaran untukku
Bukan untuk
menetap dan singgah
Sebagai pelabuhan
terakhir yang ku tepikan
Bukan sebagai
dermaga dalam penantian kisah ini
Bukan menjadi
pulang tapi menjadi pergi
end-
***
Postingan Populer
Menyulam Nalar, Menganyam Kata - Cerpen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

.png)
Komentar
Posting Komentar