Langsung ke konten utama

Unggulan

Lukisan yang Bicara

  Lukisan yang Bicara @alimmhmmdd *** di kanvas sunyi kuhamparkan aksa, jejak langkah dari luka yang tak bersuara, warna-warna bukan sekadar rupa, tapi gema dari jiwa yang belajar percaya. kehidupan kini tak lagi serupa kabut, meski badai masih mengetuk palung kalbu, aku temukan lentera di balik ribut, pada diam yang kini tak lagi semu. kutanggalkan rencana yang mengurung dada, tak lagi kubiarkan omongan jadi nadi, aku, sebuah puisi yang sedang mengeja makna, berlari pelan menuju versi diri yang hakiki. bila masalah datang mengetuk lara, aku tak lagi mencari pintu besar nan megah, tapi celah sempit yang dipahat oleh asa, jalan keluar yang kulukis dari resah jadi megah. ***

Puisi | DI SUDUT KOTA

DI SUDUT KOTA


 Surabaya 27/01/23 13:55 WIB

sumber: pinterest.com

***

Ufuk timur membias kilau sang arunika

Saban sang bumiputra terlontar asa

Sekadar berhajat mainan baru digenggaman

Kalis sang bapa seringai elok terpatri belaka


Pagi itu,

Terpampang pengasong larut dalam pekan

Sang pengepul menanti rupiah dari sang tengkulak

Pengemudi angkutan metropolitan mulai hilir mudik

Sang biyung dengan buyung di pundak menepi ke denai

 

Pagi itu,

Adimarga metropolitan mulai berisik sembari terusik

Sesak dipenuhi insan sang pejuang rupiah

Terpampang sang ananda berkelok ria ke denai

Sekadar mengais pundi pundi rupiah untuknya bertumbuh


baca juga : cerpen | Aku harus bisa dan Aku pasti bisa

 

Di sudut kota,

Mengintip ke penjuru menuju jerambah

Rumah terseret pematang selagi berceceran

Anak itu, dengan tampang buncah di parasnya

Sembari berharap terlelap dengan pulas

 

Senja pun tiba,

gemerlap lentera di tepian jalan menghias senja

Tergelak tawa para sang pahlawan keluarga

Dengan pedati lusuh di genggaman pemilik

Sembari menanti pengestu sang Almalik

***



Komentar

Postingan Populer