Langsung ke konten utama

Unggulan

Lukisan yang Bicara

  Lukisan yang Bicara @alimmhmmdd *** di kanvas sunyi kuhamparkan aksa, jejak langkah dari luka yang tak bersuara, warna-warna bukan sekadar rupa, tapi gema dari jiwa yang belajar percaya. kehidupan kini tak lagi serupa kabut, meski badai masih mengetuk palung kalbu, aku temukan lentera di balik ribut, pada diam yang kini tak lagi semu. kutanggalkan rencana yang mengurung dada, tak lagi kubiarkan omongan jadi nadi, aku, sebuah puisi yang sedang mengeja makna, berlari pelan menuju versi diri yang hakiki. bila masalah datang mengetuk lara, aku tak lagi mencari pintu besar nan megah, tapi celah sempit yang dipahat oleh asa, jalan keluar yang kulukis dari resah jadi megah. ***

My Diary?

alimmhmmdd -



Hari ini, Diaryku penuh dengan kisah sederhana tapi berjuang, tentang perjalanan hidup mahasiswa nan tak punya orang tua. Setiap langkah yang kuambil, seolah melukis perjalanan mimpi yang tergores di atas kanvas hidupku.

Pagi tiba, matahari menyapaku di rumah bibi yang menjadi tempat bernaungku. Bangun dengan semangat untuk mengejar mimpiku. Bibi selalu memberi senyuman, memberi kehangatan layaknya ibu. Rumahnya bukan hanya atap yang melindungi, tapi jua pangkuan kasih sayang.

Langkah berat melangkah ke kampus, membawa ransel penuh harapan. Di sana, dalam lorong-lorong matematika, aku mengejar impianku. Beasiswa adalah jalan satu-satunya, peluang emas dalam kehidupan yang serba kekurangan.

Kuliah bukan hanya soal menghafal rumus, tapi pertarungan melawan keterbatasan. Saat rekan-rekan seangkatanku pulang ke rumah, aku pulang ke rumah bibi. Bekerja keras di kampus dan bekerja sambilan untuk menghidupi diri, itu seperti menyusun teka-teki matematika yang harus dipecahkan setiap hari.

Meski kadang lelah, senyum tak pernah pudar. Di kelas, atau di tempatku bekerja. Meski tak punya orang tua, aku punya impian yang besar. Impian yang menjadi pemandu setiap langkahku.

Beasiswa adalah pilar penopang mimpi. Di setiap ujian, keringat yang bercucuran adalah harga yang harus dibayar. Namun, setiap nilai yang kudapatkan adalah langkah lebih dekat pada cita-cita. Hidup tanpa orang tua bukanlah batasan, tapi tantangan yang membuatku semakin kuat.

Diary ini adalah saksi bisu perjuanganku. Meski terkadang ada air mata yang menetes di malam gelap, namun Diary ini adalah bukti bahwa setiap kesusahan adalah investasi untuk kebahagiaan di masa depan. Sebab, hidupku adalah perjalanan menuju mimpi, dan setiap halaman Diaryku adalah kisah perjuangan yang tak pernah surut.

Komentar

Postingan Populer